Sabtu, 13 Februari 2010

Velvet Revolver ||

Velvet Revolver

Rabu, Oktober 07, 2009

vr

Velvet Revolver (VR) adalah grup band yang berasal dari Los Angeles yang beranggotakan 3 orang mantan ex-the most dangerous band in the world, Guns N Roses (GNR). Disebut-sebut sebagai reinkarnasinya GNR karena 3 personilnya mantan band yang paling bersinar di era 80' – 90’ an tersebut, mereka adalah Slash (lead guitar), Duff Mc Kagan (bassis), Matt Sorum (drum) dan 2 tambahan mantan personil band lainnya Scot Weiland vocal (eks Stone Temple Pilots) dan mantan guitaris Wasted Youth, Dave Kushner.

Sebelum Scott Weiland bergabung sebagai lead singer, kuartet Slash dkk sempet ngegelar audisi yang di filmkan oleh VH1, beberapa Vokalis lain yang mengikuti audisi ini antara lain; Todd Kerns dari Age of Electric, Josh Todd dari Buckcherry, Sebastian Bach mantan Skid Row, Kelly Shaefer dari Atheist/Neurotica dan Travis Meeks dari Days of the New. Scott Weiland sendiri sebelum bergabung sudah merupakan teman dari Duff, selain itu Scott juga udah pernah manggung bareng Kushner sewaktu STP masih bernama Mighty Joe Young dan sewaktu Kushner masih jadi Electric Love Hogs.

Pemilihan nama "Velvet Revolver" dimulai dari slash yang pada awal mulanya mengajukan nama "Revolver" sementara Weiland mengusulkan tambahan "Black Velvet" tapi berhubung Slash ngerasa kalo nama itu agak agak kedengeran mirip sama "Stone Temple Pilots" akhirnya diputusin kalau kedua nama itu di gabungkan dan di persingkat jadi cuman "Velvet Revolver".

Lagu rekaman VR yang pertama adalah "Set Me Free" yang merupakan Soundtrack film Hulk di tahun 2003, juga memainkan lagu Pink Floyd "Money" yang jadi bagian dari film Italian Job. Gigs pertama mereka adalah El Rey di LA di juni 2003.

Album pertama mereka "Contraband" di rilis pada tahun 2004, Setelah sukses dengan Contraband mereka merilis album berikutnya dengan judul “Libertad” yg dirilis awal 2008, dengan single Get Out the Door.

Semenjak era Glam Rock ala Motley Crue dan Heavy Metal ala Motorhead tersingkir oleh kaum Seattle Sound yang menyuarakan grunge dalam dekade 90an, rasanya semakin sulit untuk menemukan visualisasi dosa dosa dunia kontemporer yang benar benar banal dalam video video klip musisi rock.

Namun keseluruhan video klip Velvet Revolver mampu menjawab itu. Jika disuruh menyebut apa saja banalitas dalam semua video klipnya? Maka anda akan menemukan inti dari kehidupan rocknroll itu sendiri yaitu Violence, Sex and Sin. Dan hebatnya kesemua itu divisualisasikan secara raw, provokatif dan agresif yang tidak basa basi.

Dalam urusan violence, bisa dilihat adegan adegan kekerasan seperti botol bir yang pecah di kepala orang, muka orang yang diguyur bensin, pelemparan bom molotov, dll dalam video klip She Builds Quick Machine. Violence dalam video klip ini tidak seperti violence dalam video2 klip band band underground yang cenderung memberikan kesan shock terapi dan ketakutan melalui visualisasi kekerasan massal yang chaos. Selain itu juga, sangat berbeda dengan violence dalam klip klip band band rock pretensius - yang selalu berlindung dibalik istilah modern rock, nu rock, atau rock musiman apapun itu - yang cenderung sok merayakan kekerasan massal dan chaotic ala band band underground tetapi dalam visualisasi yang sangat palsu. Visualisasi violence dalam klip Velvet Revolver disini, sekalipun dibungkus dengan cerita yang heroik, tetapi sangat vulgar, liar dan memprovokasi. Ia tidak sedang menakut nakuti ataupun merayakan kekacauan.

Sementara itu visualisasi seksualitas terlihat jelas dalam klip klip seperti Dirty Little Thing dan Fall To Pieces. Dirty Little Thing sekalipun dibuat dengan menggabungkan live shoot dan animasi 2D, tetapi memiliki artistik yang raw. Perempuan perempuan eksotis bertubuh bak model, dengan hanya mengenakan V g-string dan short bikini berwarna hitam berlalu lalang dan berekspresi secara liar seperti film film porno Vivid di era 90an. Bahkan tidak hanya itu, seksualitas juga diperagakan oleh vokalis Velvet Revolver yaitu Scott Weilland. Bertelanjang dada dan mengenakan celana kulit super sempit yang menonjolkan penis, sangat mengingatkan kepada visualisasi era eksibisionis para glam rocker sebangsa Motley Crue. Selain itu dalam klip Fall To Pieces, diperagakan juga adegan adegan foreplay mulai dari deep french kiss sampai yang mengarah ke payudara wanita. Sex is the power. Berbeda dengan klip klip era sekarang yang juga menonjolkan seksualitas, Velvet Revolver tidak menggunakan visualisasi seksualitas dengan tata cara seksis dan tujuan tendensius ini dilakukan oleh hampir semua musisi hip fuckin hop dan hip stupid metal ataupun nu fake metal]. Bahkan lebih jauh lagi visualisasi seksualitas ala Velvet Revolver disini selain banal juga sangat provokatif, ia tidak menjadi sesuatu yang tendensius dan pretensius, tetapi justru mengajak semua orang untuk larut didalamnya merayakan dosa dosa rocknroll.

Ketika di jaman sekarang terlalu banyak band band rock palsu dan pretensius, melihat klip klip Velvet Revolver, benar benar mengembalikan gairah hidup dan kecintaan kepada musik rock. Semestinya semua band ataupun musisi yang benar benar rock, memvisualisasikan video klipnya dengan cara seperti ini. Walaupun mungkin ini hanyalah nostalgia akan kehidupan banal yang keras, liar dan kacau balau ala Beavis & Butthead di dekade 90an.

Sayang, perkataan Weiland di konser Glasglow (20 Maret 08) yang bilang kalo konser tsb jadi konser terakhir VR berbuntut didepaknya dia dari posisi vokalis VR dan milih balik ke band lamanya, STP. Sebelumnya, Scott juga sudah terlibat cekcok mulut dengan Axl Rose.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar